DOSON  INDONESIA DALAM MEMORI (Prolog)

Share

Hari Senin, tanggal 23 September  2002, dua dekade lalu PT. Doson Indonesia memberhentikan operasional pabrik secara total untuk selamanya. Perusahaan yang biasanya sibuk memproduksi sepatu olah raga merk Nike, pada hari itu  sunyi. Pintu pagar pabrik tertutup rapat dan bus-bus yang biasanya memenuhi jalan Raya Legok pada pagi hari tidak tampak. Yang tampak karyawan  berkerumun di depan pagar membaca pengumuman, bingung dan tidak percaya apa yang terjadi, nada-nada ketakutan pabrik tutup terdengar nyaring .

Begitulah kondisi pada hari yang tak terlupakan dalam hidup kami, ribuan orang yang pernah bekerja di PT. Doson Indonesia.  Sebelum hari itu terjadi, sebenarnya telah banyak gejolak didalam perusahaan saat santer terdengar bahwa Buyer akan menghentikan order. Kami berharap dan berdoa agar keputusan pahit itu masih bisa dipertimbangkan namun apa daya keputusan tidak dapat diubah dan kami harus menerima kenyataan itu.

Tidak ada yang sanggup kami lakukan selain membantu manajemen menyelesaikan kewajiban kepada  pekerja, debitur serta negara. Saya mendapatkan tugas dari para pemilik guna menangani penyelesaian kewajiban perusahaan. Langkah pertama mencari rekan kerja dan Saya sungguh beruntung mendapatkan rekan kerja dalam “tim pemberes”, istilah kami, yang saling mendukung. Tim ini  terdiri dari personil beberapa departemen  berbeda pada saat produksi masih aktif.

Tugas saya di hari pertama pabrik tutup adalah menyelesaikan pembayaran gaji kepada tenaga kerja asing. Mereka tidak mendapat pesangon, hanya gaji yang perlu dibayarkan dan jumlah mereka pun tidak banyak sehingga kewajiban kepada mereka yang pertama kami selesaikan. Tim pemberes bekerja di dalam pabrik, pengurus serikat pekerja bergerak di luar untuk mendapatkan bantuan dari  pihak berwenang dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Dalam pelaksanaan tugas masing-masing  ada kalanya terjadi pergesekan diantara kami namun pada akhirnya dapat terselesaikan dengan baik.

Selama kurun waktu September 2002 hingga akhir November 2005 banyak hal  kami alami, kenangan yang tidak mampu kami lupakan.

Setelah pembayaran pesangon rampung, anggota tim pemberes mulai berkurang, masing-masing mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan lain. Saya sungguh bersyukur semua tugas yang diberikan oleh pemilik perusahaan dapat kami tuntaskan dan Doson Indonesia tetap eksis hingga saat ini hanya berganti usaha menjadi penyewaan gedung.  Jaya terus Doson Indonesia !!!


Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *