Hai Sahabat Indri,
Bila sebelumnya kita membahas tentang logam mulia atau LM, saat ini kita akan membahas tentang alternatif lain untuk pencadangan dana, yaitu di Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
Ada beberapa bank yang memiliki program DPLK ini, salah satunya adalah PT. Bank Nasional Indonesia (Persero) Tbk, dengan nama program BNI Simponi.
Walau namanya Dana Pensiun, jangan bingung atau ragu, sejak usia produktif atau semakin muda kita mulai mengikuti program DPLK ini, akan semakin baik, karena hasilnya pun akan semakin besar.
Selain BNI, ada beberapa bank umum dan perusahaan asuransi jiwa yang memiliki program DPLK seperti ini, antara lain, Bank Rakyat Indonesia (BRI), AIA dan Manulife.
Peserta program DPLK bisa siapa saja, tidak hanya orang kantoran saja lho. Saya dan anggota keluarga beserta dengan karyawan kami adalah peserta mandiri program BNI Simponi. Mengapa saya sarankan untuk ambil program ini? Karena menurut pengalaman saya bank BNI termasuk yang mudah untuk kita akses, cabang Bank BNI cukup banyak di lokasi-lokasi strategis, sehingga memudahkan mulai dari pendaftaran, penyetoran, cek saldo dan lain-lain.
Sebelum terjadinya pandemi Covid-19, beberapa cabang BNI termasuk yang berlokasi di Mall buka pada hari sabtu dan minggu, hal ini juga merupakan suatu kemudahan bagi para nasabah. Bagi yang bekerja dan sibuk tentu akan susah mendapat ijin pada hari dan jam kerja ,jadi kita bisa memanfaatkan waktu untuk keperluan ini dihari sabtu atau minggu.
Pencadangan dana dalam bentuk Dana Pensiun ini merupakan investasi untuk jangka panjang. Kita hanya perlu membuka rekening dan setiap bulan menyetorkan dana yang hendak disisihkan, nanti uang kita akan dikembangkan oleh BNI. Jumlah nominal iurannya pun bebas kita tentukan sendiri dengan nilai yang tidak memberatkan atau yang sesuai dengan kemampuan kita. Bila ada uang lebih kita bisa setorkan lebih banyak daripada biasanya karena bila ada uang di rekening sering timbul keinginan atau godaan untuk dibelanjakan. Begitu juga sebaliknya, jika sedang banyak kebutuhan, kita bisa setorkan dengan nominal yang lebih kecil, pokoknya flexible!
Bank penyelenggara DPLK serta asuransi kejiwaan mungkin memiliki perbedaan persyaratan. Untuk program BNI Simponi, iuran pertama pada saat pembukaan rekening adalah sebesar Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu Rupiah) dan setoran bulanan minimal Rp. 50.000,- (lima puluh ribu Rupiah), ringan bukan?
Pada saat kita mendaftarkan diri untuk ikut dalam program DPLK, kita perlu mengisi form. Di form tersebut ada beberapa pilihan alternatif investasi yang ditawarkan, kita bisa memilih sendiri kombinasi apa yang paling baik menurut pertimbangan kita. Bila ada yang ingin diketahui, kita bisa meminta Petugas dari bank untuk memberi penjelasan kepada kita, hingga mengerti sepenuhnya.
Beberapa pilihan investasi di BNI Simponi atau bank umum lain dan asuransi jiwa lain yang menawarkan program DPLK pada umumnya kurang lebih sama terdiri dari :
- Deposito
- Pasar Uang
- Pasar Saham
- Obligasi
- Reksa Dana
Kita harus memilih sendiri alternatif investasi yang kita kehendaki, berdasarkan resiko yang akan kita tanggung nantinya.
Bila telah ditetapkan jenis investasi mana yang kita inginkan, kita tidak perlu lagi memikirkan dana tersebut dan sebaiknya dilupakan saja, biarkan dananya berkembang atau dikembangkan oleh pengelola.
Namun, jangan lupa ya, sisihkan dana dan segera transfer ke rekening tabunganmu!
Bila suatu saat kita ada kebutuhan yang sangat mendesak atau memerlukan dana untuk investasi yang lebih baik, kita bisa menarik dana tersebut, tapi sebaiknya minimal sudah menabung untuk beberapa tahun .
Untuk penarikan dana, perlu proses pengajuan, persetujuan dan pencairan.
Biasanya tidak membutuhkan waktu lama, dalam dua atau tiga hari dana kita akan ditransfer ke rekening bank kita
So, silahkan pertimbangkan dan jangan lupa action untuk masa depan mu.
Semoga bermanfaat!




Alhamdulillah,atas saran, Ibu…saya sudah punya tabungan Simponi.. Terima kasih, Ibu