Cover both side

Share

Layaknya prinsip dalam penulisan jurnalisme, di kehidupan sehari-hari kita juga perlu  menerapkan prinsip “cover both side” dalam menghadapi setiap permasalahan yang menyangkut hubungan dengan orang  lain.

Bila kita mendapatkan informasi dari A bahwa  B begini dan begitu, sebaiknya kita tidak percaya begitu saja semua informasi yang kita terima. Terutama bila informasi itu mengandung hal negatif, sebaiknya kita bertanya terlebih dahulu kepada B untuk mendapatkan kebenaran informasi yang kita terima dari A. Dengan demikian kita telah bertindak bijaksana, memberi kesempatan kepada orang lain untuk mendapatkan keadilan.

Saya pernah diposisi tidak mendapatkan keadilan itu, ternyata luar biasa menyakitkan hati. Karena kejadian itu saya melakukan kilas balik kehidupan saya sebelumnya.

Saya menyadari  bahwa  saya kerap  terpengaruh pada perkataan  orang lain terutama orang dekat dan orang kepercayaan. Saya sering abai memberi pikiran saya kesempatan untuk  mengecek kebenaran informasi yang diberikan, kerap hanya menerima mentah-mentah dan mempercayai begitu saja.

Dalam  situasi tertentu kadang tuntutan pekerjaan,karena himpitan permasalahan, mendengar informasi yang negatif, emosi manusia cepat  tersulut. Pada saat seperti itu sangat penting bagi kita untuk tetap tenang dan tidak langsung bereaksi.  Seiring perjalanan waktu saya menyadari bila saja mau berlatih untuk tetap tidak mudah terpengaruh, tetap melihat dan berpikir secara jernih, banyak  kekecewaan,kesedihan bahkan masalah besar bisa kita hindari.

Untuk kalian yang mengenal saya dan pernah mengalami hal tidak menyenangkan akibat saya tidak melakukan pengecekan yang selayaknya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Kindly reminder untuk kita semua Gaes : Jangan menilai seseorang dari apa yang Kita dengar dari Orang Lain. Bila menerima informasi jangan langsung bereaksi, endapkan dulu, pikirkan dahulu, beri waktu bagi diri untuk mencerna informasi. Dengarkan pihak-pihak yang terlibat.  Hal terpenting  jangan kita terprovokasi ataupun memprovokasi


Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *