Melangkah menuju Perubahan

Share

Dalam artikel Shonichi saya pernah tuliskan mengenai gedung baru dua tingkat di bagian belakang, ternyata gedung baru yang cukup megah itu  hanya dipakai untuk kantin, loker pekerja dan ruangan serikat pekerja. Sementara kantor, ruang pertemuan,   ruang tamu untuk menerima customer, banker dan lain-lain ada di gedung depan yang sudah tua dan sempit. Sebagai rangkaian dari perubahan, kami  memutuskan untuk bertukar tempat atau gedung, sehingga ruang kantor dan pertemuan menempati gedung yang lebih layak. Melalui persiapan matang karena tidak boleh mengganggu operasional dimana pabrik berjalan non-stop selama 24 jam,  pemindahan  terlaksana  dengan baik berkat kerja team yang tangguh. Perpindahan gedung kantor ini menandai dimulainya langkah menuju perubahan. ARSI reborn, seperti menata kembali perusahaan dari awal. Plang nama perusahaan juga kami buat baru dan ditempatkan di tengah taman kecil dengan lampu sorot, tempat yang cocok untuk foto dokumentasi dan selfie . Ruang tamu terbuka kami siapkan dengan meja-meja dan kursi-kursi di lobby bawah untuk menerima tamu dari pemasok, sementara ruang tamu untuk pelanggan kami siapkan  ruangan tertutup di bawah dan di atas. Dinding dengan batu alam kami tambahkan untuk mempercantik ruangan yang ada, semua itu saya tata sendiri dan cukup puas melihat hasilnya.

Disamping kesibukan sehari-hari mengurus ini dan itu dibagian administrasi, Saya mengadakan pertemuan rutin dengan bagian produksi planning dan engineering  untuk mencari solusi permasalahan yang ada. Dari inventarisir permasalahan, beberapa  harus segera ditangani seperti pembelian mesin deflasher untuk mengurangi  WIP (work in process) yang tinggi selain juga perlu penggantian mesin-mesin tua, penggantian cavity mold yang rusak, mold yang reject-nya tinggi,lead time untuk order cavity dan mold sangat tinggi, minimal 90 hari. Pembelian genset juga harus segera serta  pekerjaan subcont mesti dikerjakan inhouse tidak boleh lagi dibawa keluar guna menghindari inefisiensi dan hilangnya produk-produk perusahaan. Pekerjaan subcont sering bermasalah dan harus di re-work lagi di ARSI dengan melemburkan pekerja ARSI sementara pembayaran kepada subcont tidak dipotong hal itu menambah kerugian perusahaan.

Untuk menangani produk hilang dan control WIP bersama pimpinan IT kami  menerapkan barcode system, sehingga produk dapat dideteksi sesuai no lot. Absensi pekerja juga diganti dari kartu absensi mesin amano dengan finger print sehingga tidak bisa lagi titip absen dan lebih akurat untuk perhitungan lembur, pengecekan kehadiran dan lain sebagainya.  

Saya melihat bahwa inti permasalahan di produksi,planning dan engineering  sebenarnya ada pada masalah manajerial, sangat disayangkan direksi yang ada tidak menangani dengan baik, ada pula investasi pembelian mesin yang mahal namun tidak berfungsi sebagaimana mestinya dengan kenyataan yang ada jelas  terlihat direksi gagal menjalankan mandat yang mereka terima, sehingga  pemegang saham perusahaan pun memutuskan pergantian direksi. Beruntung Saya bersama beberapa pimpinan lokal bisa mengisi bagian yang kosong itu,menata ulang agar ada kesatuan arah dan tujuan sehingga departemen  tidak berjalan masing-masing lagi tapi menuju satu tujuan yang sama karena target sudah kita tetapkan. Saya tidak mempunyai kemampuan teknis produksi jadi yang teknis dipercayakan pada departemen bersangkutan, saya mengawal dan memberi kesempatan pimpinan departemen yang baru untuk ikut berkontribusi. Perlahan situasi dan kondisi membaik, saya melihat ada pergerakan juga dari pekerja untuk mengikuti perubahan yang dicanangkan, terpaksa atau tidak merekalah yang tahu.

Setelah VP kembali ke negara asal dan ditunjuk VP baru, upaya untuk mendiskreditkan dan ingin saya enyah dari perusahaan menjadi lebih reda,rumor bahwa saya hendak membuat bangkrut ARSI juga perlahan lenyap. Tulisan dan mural di toilet pabrik juga jauh berkurang . Saya berpikir apakah itu terjadi karena para pihak melihat adanya perubahan dan perbaikan menjadi lebih baik atau mereka mempertimbangkan dukungan pemilik perusahaan yang lebih  memilih saya daripada orang yang se-bangsa dengannya sehingga merasa akan sia-sia bergunjing, entah lah. Saya hanya berusaha seoptimal mungkin untuk membuktikan bahwa para pekerja perusahaan bisa diajak berubah menuju perbaikan yang diinginkan.Kepercayaan yang telah diberikan harus saya ganjar dengan hasil yang baik bagi semua pihak, kepercayaan yang sangat saya hargai dan hormati.

Selain permasalahan internal saya juga harus menangani masalah terkait dengan pihak luar. Permasalahan dengan preman setempat yang suka mabuk ,yang biasa mengambil limbah dan salah satu subcontractor, mereka mengatasnamakan penduduk setempat untuk bertransaksi dengan  perusahaan. Hal ini adalah salah satu tanggung jawab yang harus saya bereskan pula, meluruskan kembali pada tempatnya yang seharusnya. Limbah yang masih ada nilai ekonomisnya harus dibeli tidak bisa lagi sebaliknya perusahaan yang membayar kepada pengangkut limbah untuk mengambil limbah. Kepala preman menggerakkan tetua di kampung untuk datang ke perusahaan meminta bertemu dengan saya dan minta penjelasan perihal kebijakan baru yang akan diambil oleh perusahaan. Dalam kondisi seperti ini saya merasakan sekali manfaatnya saat menangani Doson waktu tutup, pada waktu itu banyak preman juga yang hendak mencari perkara untuk mendapatkan keuntungan. Karena sudah terlatih saya mampu menghadapi para tetua dengan baik walau direktur yang harusnya ikut menangani tidak bersedia hadir dan menyerahkan pada saya sehingga saya menghadapi para tetua kampung seorang diri .

Selain pindah lokasi kantor kami pun mulai pembangunan gedung subcont dengan mengatur ulang lokasi parkir mobil yang dipindahkan ke bagian depan pabrik. Subcontractor yang lama tidak bersedia bekerja di dalam lokasi perusahaan karena yang mereka pekerjakan adalah ibu-ibu rumah tangga dikampung tidak bisa meninggalkan rumah. Saya mencari usaha kecil yang bersedia untuk membantu dan lagi-lagi saya beruntung mendapatkan bantuan sehingga rencana pekerjaan subcont dilakukan di dalam perusahaan dapat terlaksana. Dengan subcont dikerjakan didalam perusahaan kami telah mempersingkat waktu proses, mengurangi resiko produk hilang dan menurunkan backlog order. Perlahan namun pasti perubahan mulai menampakan hasil.

Saat menulis cerita ini, saya teringat kembali untuk  bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan Yang Maha Esa, karena kemurahan Tuhan saja yang membuat saya sanggup melalui semua perjalanan hidup dan karir saya selama ini. Tantangan yang begitu banyak dan beragam satu per satu terselesaikan dengan baik.


Share

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *