5-12-2005 (Kembali)

Share

Hari Senin, 5 Desember  2005 saya kembali berkantor di PT. Arai Rubber Seal Indonesia (ARSI) untuk kedua kali-nya secara resmi. Sebelum bekerja di PT. Doson Indonesia (Doson) saya pernah bekerja di ARSI, setelah paripurna kerja di Doson  saya kembali bekerja di  ARSI lagi, mengapa bisa begitu ya ?  Rencana Tuhan memang rahasia yang tidak akan pernah kita ketahui dan pahami, saya sungguh merasakan kemurahanNya dalam perjalanan hidup saya.

Pada hari pertama  Doson  tutup di tahun 2002, saya mendapat tawaran kerja di PT. Pratama Abadi Industri (PAI) oleh mantan atasan saya di Doson, sama seperti Doson, PAI juga perusahaan pembuat sepatu Nike  yang terletak di Serpong. Dengan tekad ingin membantu  Doson  terlebih dahulu, saya menolak dan berjanji akan bekerja di PAI kalau pekerjaan di Doson rampung.  Menjelang  tuntas bekerja di Doson saya mendapat tawaran kerja dari orang Jepang pemilik ARSI untuk bergabung kembali dengan ARSI, saya bimbang  sebab  telah berjanji untuk bekerja di PAI .

Saya bertemu dengan pemilik ARSI guna mengetahui kondisi terakhir di ARSI dan mengapa mereka membutuhkan saya. Saya diberitahu bahwa pihak Jepang yaitu Arai Seisakusho Co., Ltd telah mengambil alih saham partner lokal yakni saham milik keluarga Bapak William Soeryadjaja, mantan pendiri dan pemilik PT. Astra International. Pihak Jepang berniat untuk lebih mengembangkan perusahaan serta memerlukan orang Indonesia yang menurut mereka dapat dipercaya saya ditawarkan jabatan yang cukup tinggi yaitu direktur, sementara jabatan terakhir saya di Doson adalah manajer.

Pihak Jepang pemilik perusahaan mengenal saya oleh karena saat bekerja di ARSI saya dinilai berprestasi menemukan hal-hal yang kurang wajar dalam pengelolaan dan operasional perusahaan yang terkait dengan keuangan perusahaan. Salah satu bukti dari masalah manajamen yang terjadi, auditor ARSI (jajaran big five) melakukan restatement atas laporan hasil audit mereka.

Sedikit bernostalgia, selama periode pertama saya bekerja di ARSI ada banyak “drama”.  Kehadiran  Saya layaknya batu sandungan bagi pimpinan perusahaan kala itu beserta orang-orang kepercayaannya. Saya pernah mendapat ancaman, dan lain sebagainya hingga diungsikan sementara bekerja di kantor Bapak William Soeryadjaja di Teluk Betung selama beberapa bulan.  Saat itu hanya satu teman yang berani mendukung saya, teman yang tidak akan pernah saya lupakan namanya Arbanu, seorang teman yang unik.

Dari rencana awal hanya diungsikan sementara hingga perubahan manajemen dilaksanakan berlanjut ke plot saya akan disingkirkan tidak boleh kembali lagi ke ARSI, saya diberitahu bahwa ada perintah membuat dan menandatangani petisi menolak saya kembali ke ARSI. Saya sempat bertemu dengan beberapa teman yang meminta maaf, mereka katakan bahwa mereka dipaksa untuk menandatangani petisi itu. Saya sampaikan bisa memahami posisi mereka yang ketiga-nya  adalah kepala keluarga pencari nafkah, tentu harus mengutamakan mata pencaharian mereka.

Petisi itu membuat Saya berkeras hanya mau kembali ke ARSI, bila tidak kembali ke ARSI saya akan berhenti dari Teluk Betung lantas saya diijinkan kembali ke ARSI, sayangnya sahabatku, Arbanu telah menjadi korban, dia di PHK oleh manajemen baru, saya tidak mampu membawanya kembali ke ARSI, namun kami tetap menjadi sahabat

Didalam manajemen baru masih ada beberapa pimpinan lama, orang-orang yang berseberangan dengan saya,  ketiga teman baik saya juga ada dan kami tetap berkawan. Awal mula saya mencoba untuk bertahan namun semakin hari bertambah tidak menyenangkan hingga akhirnya saya putuskan untuk  mundur dari ARSI dan melamar pekerjaan  di Doson. Saat saya akan meninggalkan ARSI, saya mendapatkan farewell party yang cukup meriah, mungkin dipersiapkan agar selalu saya ingat untuk tidak perlu kembali ke ARSI lagi selamanya.

Setelah pertemuan pertama ditambah beberapa pertemuan lanjutan dengan pemilik perusahaan   akhirnya saya putuskan untuk masuk kembali ke ARSI, namun saya mohon jabatan general manajer terlebih dahulu bila kelak dinilai mampu barulah jabatan direktur akan saya terima, dan itu lah kesepakatannya.

Hari pertama di ARSI tanggal 5 Desember 2005, saya diminta  ikut weekly meeting  disana saya memperkenalkan diri kembali sebagai orang baru dan memohon kerjasama dari team yang ada. Suasana sedikit mencekam untuk saya karena Vice President yang bertugas nampaknya kurang welcome, padahal sebelum saya mulai bekerja kami sudah pernah diperkenalkan saat makan malam. Sebagian besar peserta meeting adalah orang-orang yang sudah saya kenal sebelumnya.  Kehadiran saya kembali di ARSI mungkin bagai mimpi buruk bagi beberapa orang yang tidak suka dan berusaha menjegal saya dulu,  hari itu 5 Desember 2005 saya pun belum tahu apakah akan menjadi mimpi buruk atau mimpi indah untuk hidup saya.

Sahabat Indri, saat kita melakukan sesuatu apa-pun itu lakukan lah dengan baik dan sepenuh hati, karena hasilnya akan kembali kepada kita. Sebagaimana yang saya alami, saya tidak perlu mencari pekerjaan tapi pekerjaan yang mencari saya. Ikuti pula kata hati karena hati tidak akan pernah menyesatkan kita.


Share

1 thought on “5-12-2005 (Kembali)”

  1. Waah … ada yang merasa takut dan khawatir akan kinerja Ibu Indri yg bersih…. begitu ya ternyata kehidupan kejammm banget … Salutttt saya .
    ternyata strong ya Ibu Indri dalm menjalani kehidupan ini ….

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *