Pada saat Doson diberhentikan operasional produksinya, didalam pabrik masih tersisa kurang lebih 200.000 (dua ratus ribu) pasang sepatu setengah jadi. Untuk membayar pesangon yang nilainya mencapai puluhan milyar, sepatu setengah jadi itu harus diselesaikan menjadi sepatu agar memiliki nilai jual dan setelah ada kesepakatan dengan Buyer, sepatu dikeluarkan ke pabrik lain untuk diselesaikan.
Sambil menunggu selesainya produksi sepatu kami mengurus penutupan EPTE (Entrepot Produksi Tujuan Ekspor) di Doson, menjual barang-barang yang bisa dijual. Beruntung TPD (Team Pemberes Doson) multi talented mereka mengerti bagaimana menimbang, hal yang saya tidak mengerti bagaiman caranya. Jangan dibayangkan timbangan digital ya, timbangan yang kami pakai adalah timbangan jaman dahulu dengan besi pemberat. Penjualan limbah dan besi semua memakai timbangan dan ada saja yang berusaha menipu kami dengan mempermainkan timbangan tapi untungnya anggota TPD menyadari dan terhindar. Kami ketat dalam kontrol timbangan sampai harus bertengkar dengan pembeli yang mengatai kami “ kalian jual limbah seperti jual emas”ada pula yang tidak jadi membeli setelah gagal menipu kami dalam mempermainkan timbangan.
Saat pabrik tutup pemilik perusahaan menyewa jasa perusahaan yang menyediakan jasa pengamanan pabrik, sayangnya mereka tidak bekerja optimal, banyak terjadi pencurian di pabrik ; material kulit yang mahal, tekstile dan banyak pernak-pernik untuk sepatu yang harganya lumayan tinggi. Caranya pun cukup unik, tembok gudang dibobol, kaca dipecahin, plafon dibongkar, ada yang bobol tembok pagar, kreatif banget para pencuri itu. Heran juga bagaimana pencuri bisa tahu letak gudang material dan tempat barang-barang berharga. Terutama bagaimana pencuri membawa material sebanyak itu keluar tanpa diketahui petugas keamanan?
Setelah beberapa bulan evaluasi, kami menghentikan jasa dari perusahaan keamanan, kami merekrut sendiri keamanan dari lingkungan sekitar yang dipimpin oleh warga diwilayah pabrik berada, yang biasa kami sebut Wanra (Perlawanan Warga). Namun pencurian tetap tidak bisa diatasi sepenuhnya gulungan kabel listrik yang baru diambil kabel yang terpasang pun mereka curi. Mental TPD sudah terlatih bila mendapatkan laporan kehilangan ini dan itu karena memang luas areal pabrik 30ha lebih tidak bisa terkontrol sepenuhnya oleh petugas keamanan ala warga. Untuk menghibur diri saya berpikir perusahaan professional saja gagal jadi tidak bisa berharap banyak terhadap Wanra. Kami berlomba dengan pencuri, sebelum dicuri kami berusaha menjual barang-barang berharga yang ada secepat mungkin .
Selain karyawan ada supplier yang datang ke pabrik untuk menagih hutang, manusia-manusia yang dulu manis saat menawarkan barang menjadi sadis saat menagih hutang. Ada yang langsung membawa truk hendak mengambil kembali barang-barang mereka, tentu saja tidak saya biarkan dan terpaksa harus berargumen dengan mereka. Saya yakinkan bahwa Doson pasti akan membayar hutang setelah pembayaran pesangon karyawan selesai.
Untung-nya tidak semua supplier bersikap tidak baik, masih ada yang sabar menunggu. Doson ibarat hidup manusia sudah jatuh tertimpa tangga pula, pabrik terpaksa tutup dengan kewajiban puluhan milyar pesangon karyawan harus dibayarkan dan kewajiban lainnya..disaat-saat jatuh seperti itu terlihat jelas mana yang benar baik dan kurang baik.





